Gangguan Penggunaan NAPZA

Maret 31, 2018 Admin Adiksi 0

Gangguan Penggunaan NAPZA PENGERTIAN Apa yang dimaksud dengan zat? Secara teknis, adalah setiap bahan kimia yang memengaruhi fungsi normal dari tubuh dan/atau otak. Tidak semua zat adalah ilegal. Sebagai contoh, kafein (terdapat dalam kopi atau Cola), nikotin (dalam rokok) dan alkohol adalah legal, meskipun penggunaannya dapat jadi berbeda.

Mengenai NAPZA

Maret 31, 2018 Admin Adiksi 0

NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika, Dan Zat Adiktif lainnya. Kata lain yang sering dipakai adalah Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan-bahan berbahaya lainnya). NAPZA adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia, baik secara oral (melalui mulut), dihirup (melalui hidung) Ada banyak istilah yang dipakai untuk menunjukkan penyalahgunaan zatzat berbahaya.

Klasifikasi dan Efek dari Gangguan Penggunaan Zat (Drugs)

Maret 31, 2018 Admin Adiksi 0

Definisi Dasar (Terminologi)

Banyak sekali istilah (Terminologi ) yang berkaitan dengan gangguan Zat, yang berubah-ubah dalam hampir tiap dekade yang berbeda pula setiap institusi atau Negara.
Istilah Gangguan yang berhubungan dengan Zat diambil dari DSM IV 1994 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders), sedangkan di Indonesia dalam PPDGJ III (ISD-10) digunakan istilah Gangguan Mental dan Perilaku akibat penggunaan Zat Psikoaktif.

Konsumsi Ganja Berkaitan dengan Perubahan Struktur Otak

Maret 31, 2018 Admin Adiksi 0

Penelitian terbaru telah membuktikan bahwa pemakaian ganja dalam jangka waktu lama dan dalam jumlah yang banyak, berkaitan dengan abnormalitas struktur otak.
Peneliti dari Universitas Melbourne, Australia, menemukan bahwa hipokampus dan amygdala (salah satu bagian di otak), berukuran lebih kecil pada pengguna ganja berat dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi ganja.

Konsumsi Alkohol Ciutkan Otak

Maret 31, 2018 Admin Adiksi 0

MAKIN banyak alkohol diminum seseorang, semakin kecil volume otaknya, demikian suatu laporan yang dimuat jurnal US Archives of Neurology edisi Oktober.

Volume otak berkurang seiring dengan bertambahnya usia, yang diperkirakan 1,9 persen per dekade disertai oleh peningkatan lesi area putih (white matter), demikian keterangan latar belakang laporan tersebut.